Sering Terjadi Kekerasan Anak, 50 Sekolah di Surabaya Diawasi CCTV

Sering Terjadi Kekerasan Anak, 50 Sekolah di Surabaya Diawasi CCTV

Isu kekerasan seksual terhadap anak kembali santer. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, 52 orang anak menjadi korban kekerasan seksual di Jawa Timur, berikut dengan 21 orang pelaku. Hasil investigasi KPAI mengungkapkan bahwa pelaku kekerasan merupakan oknum guru.

Baca Juga : Imigrasi Tanzania Menggunakan Identifikasi Wajah Vision-Box

Maraknya kekerasan anak dan kejahatan seks terhadap anak di bawah umur disoroti serius oleh Pemerintah Kota Surabaya. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Pemkot mulai menambah kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) di area sekolah

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub, Robben Rico mengatakan pihaknya telah mendapat intruksi langsung dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.”Fokusnya di sekolah yang cukup ramai. Ada 50 lokasi sekolah yang kami pasang CCTV, targetnya SD dan SMP. Seumpama di SMPN 19 Surabaya dan SD Budi Pekerti,” ujar Robben.

Ditegaskannya, pengawasan dikelola langsung oleh Pemkot. Dan tidak menutup kemungkinan sistem pengawasan ini terintegrasikan dengan pihak Kepolisian. “Monitoringnya langsung dari kami. Apabila pihak menginginkan akan kami beri akses agar bisa memonitoring juga.”

Baca Juga : Jumlah CCTV di Surabaya akan Mencapai 1.800 Unit

Robben menyatakan, Dishub saat ini sudah memasang CCTV di 20 sekolah. Dan akan langsung menyelesaikan pemasangan di 30 sekolah lainnya. “Dicicil penyambungan jaringannya juga butuh waktu. Kami target semua terpasang akhir Maret.”

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *